Ekonofisika, Apa itu ?

Mungkin tidak banyak yang tahu apa sih ekonofisika itu, sayapun baru mendengar istilah ini terasa asing, apakah ekonofisika merupakan ilmu baru yang mengcombine fisika dengan ilmu ekonomi. Pertanyaan logisnya adalah pertama: Apakah teori ekonomi yang diyakini selama ini sudah atau akan digantikan dengan suatu “teori ekonomi baru” yang disebut Ekonofisika?; dan kalau betul demikian maka pertanyaan selanjutnya adalah:
Mampukah “teori ekonomi baru” Ekonofisika ini menjelaskan dan bahkan
memberikan solusi pemecahan krisis Ekonomi di Indonesia yang tak kunjung
surut?
Memang, pertanyaan-pertanyaan di atas sangat mengharapkan banyak dari apa
yang bisa disumbangkan oleh fisika kepada ekonomi atau terlebih khusus
lagi ekonomi keuangan. Prof. Steve Keen, penulis buku Debunking Economics
dari Australia mengklarifikasikan bahwa perkembangan ekonomi modern
menyangkut sistem kajian yang komplek dan dinamik sehingga pendekatan
ekuilibrium dalam ekonomi tidak tepat diterapkan pada kenyataan yang non-
ekuilibrium. Sifat dinamik-komplek dalam sistem ekonomi ini lebih cocok
didekati dengan sistem chaotic dan bahkan frustrated system. Jalan
keluarnya, untuk menganalisa sistem-sistem yang seperti itu (kompleks-
dinamik: chatotic dan frustrated sys em) perlu diterapkan analysis tools
yang sangat dikenal dalam fisika. Karena itu, para fisikawan yang kreatif
menerapkan alat kaji (tools) yang dipakai dalam sistem fisika ke dalam
sistem ekonomi keuangan. Inilah yang melahirkan apa yang disebut
Ekonofisika.
Bagaimana mungkin? Bukankah ekonomi atau keuangan selalu tersangkut paut
dengan perilaku manusia (hidup) yang memiliki banyak sisi: spekulasi,
politik, dan kultur sedangkan fisika tersangkut paut dengan benda mati
yang tidak memiliki sifat seperti manusia? Pertanyaan ini dijawab oleh
Prof. Tsallis, seorang ahli statistik termodinamika (entropi) dari Brazil.
Memang, sistem fisika menyangkut perilaku atom atau partikel elementer
seperti quark yang jumlahnya 1030 (sepuluh pangkat tiga puluh), yang tidak
pernah mati, tidak membutuhkan makanan, tidak memiliki intelegensi atau
emosi dan tak berbudaya. Sedangkan sistem ekonomi menyangkut perilaku
manusia yang jumlahnya belum mencapai 1010 (sepuluh pangkat sepuluh) di
bumi saat ini, yang mengalami kematian, butuh makanan, yang memiliki
intelegensi atau emosi dan berbudaya.
Namun, dengan statistik termodinamika, maka manusia dapat dimodelkan sama
dengan atom dalam segala hal kecuali masalah intelegensi dan budaya.
Dengan kata lain, jikalau masalah intelegensi dan budaya ini untuk
sementara dikesampingkan maka kelakuan manusia dapat dipandang seperti
kelakuan atom alias sistem ekonomi sama dengan sistem fisika. Inilah,
sekali lagi, Ekonofisika.
Untuk memahami lebih lanjut Ekonofisika ini, N. Mantegna dan H. Eugene
Stanley dalam bukunya: Introduction to Econophysics: Correlation and
Complexity in Finance yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh
Yohanes Surya, PhD memberikan beberapa contoh kasus ekonomi keuangan yang
di dalamnya menggunakan analysis tools yang terdapat dalam fisika. Sebagai
contoh: random walk yang dalam fisika dikenal sebagai gerak Brown,
Proses-proses Stochastic Levy dan teori-teori limit yang menyangkut
berbagai f ngsi distribusi, pasar finansial dan turbolensi, taksonomi
suatu portfolio saham dan lain-lain. Secara garis besar dapat
diklasifikasikan di sini beberapa analysis tools yang lazim dikenal dalam
fisika dan dengan gamblang diterapkan dalam ekonomi keuangan: (1).
Fungsi-fungsi distribusi dalam Statistik fisika mulai dari Gauss, Poisson
dan Boltzmann-Gibbs dipakai dalam analisis ekonomi keuangan. (2).
Fungsi-fungsi khusus seperti fungsi Gamma, variabel komplek, transformasi
Fourier, konvolusi dan dekonvolusi dua fungsi yang dipelajari dalam fisika
sebagai Fisika Matematika ternyata diterapkan secara gmblang dalam ekonomi
keuangan karena (3). fluktuasi indeks saham atau valuta asing terhadap
waktu, misalnya, memiliki “kesemrawutan” profil yang sama seperti spektrum
XRD (X-Ray Diffraction), XPS (X-Ray Photoelectron Spectroscopy), data log
dalam pengukuran sumur minyak untuk menentukan lapisan yang mengandung
minyak bumi dalam geofisika dan sinyal-sinyal lain untuk kasus signal
processing dalam fisika. (4). Masalah turbolensi dalam aliran fluida
dengan bilangan Reynoldnya juga dipakai dalam ekonomi keuagan yang sering
dikenal sebagai turbolensi harga-harga saham, (5). Masalah statistik yang
dikenal sebagai clustering statistic yang tidak hanya menghitung korelasi
untuk mengukur derajat sinkronisasi beberapa saham tetapi juga mampu
mengukur “jarak relatif” (terminologi analisa cluster) di antara
saham-saham pada suatu portfolio tertentu serta memberikan suatu metode
untuk mengambil informasi ekonomi yang tersimpan dalam harga saham
berbasis waktu. Catatan khusus penulis berikan untuk masalah ini karena
pertengahan Agustus yang lalu penulis menguji sekripsi seorang sarjana
Geofisika yang menggunakan statistic clustering ini dengan bantuan program
komputer “MATLAB” untuk menemukan cara baru dalam mengidentifikasi
lapisanan kerak bumi yang mengandung minyak bumi dari data sumur yang
tersedia. Dari pasangan data sumur (Sinar Gamma atau Sonik) terhadap
kedalaman serta efek pemberian warna pada cluster data, metode ini lebih
mempermudah analisis ini dari pada metode pembandingan beberapa data sumur
yang biasa dilakukan selama ini. Bidang inipun mulai dikenal luas dalam
fisika atau dalam hal ini geofisika.
Lalu apa itu Ekonofisika? Dari pemaparan ini jelaslah bahwa Ekonofisika
adalah gagasan fisika yang baru dalam menganalisa data ekonomi (khususnya
keuangan) dengan menggunakan pengalaman-pengalaman dalam menganalisa
sistem fisika yang suatu saat tidak tertutup kemungkinan bahwa keteraturan
dan prediksi dalam sistem fisika dapat langsung diterapkan dalam prediksi
ekonomi misalnya prediksi fluktuasi harga saham. Atau di masa datang,
terbuka suatu jalan untuk memahami sistem ekonomi yang komplek yang
tersangkut dengan manusia ini, sehingga eksperimen-eksperimen tidak dapat
dilakukan secara langsung, dapat dipahami lewat eksperimen-eksperimen
fisika dalam skala laboratorium atau simulasi komputer saja. Tentu saja
untuk sampai pada tahap ini diperlukan riset dalam kurun waktu yang lama
untuk menguji prediksi-prediksi fisika dalam kejadian-kejadian ekonomi
keuangan. Ekonofisika tidak menjanjikan jalan pintas untuk mengatasi
krisis secara langsung atau mencetak orang kaya dalam semalam. Namun
bagaimanapun, timbulnya korban kasus-kasus seperti PT. Qurnia Subur Alam
Raya (QSAR) dan Prasasti Batutulis dapat dicegah.
Add to Technorati Favorites

One Response to Ekonofisika, Apa itu ?

  1. Lukman Hakim says:

    ide bagus, fisika bukan hanya rumus aja tetapi harus dihubungkan dengan kehidupan sehari2 termasuk ekonomi. mampir juga ke physics2008.wordpress.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: