Hampir 90% wanita muda Indonesia

iset terbaru mengungkapkan 88,78% dari 3.040 pelajar SMP putri hingga
mahasiswi (13-25 tahun) Indonesia merokok. Mereka mengonsumsi 1-10 batang
dalam hidup mereka.

Bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang bertema Tobacco Free
Youth tahun ini, Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS) memublikasikan data
terbaru riset perilaku remaja dan wanita di Jakarta dan Sumatra Barat
(Sumbar).

Riset tersebut dilakukan KuIS, The Tobacco Control Research Program of
Southeast Asia Tobacco Alliance (SEATCA) dan Rockefeller Foundation. Riset
melibatkan 3.040 responden perempuan berusia 13-25 tahun.

Sebanyak 50% responden tinggal di Jakarta dan sisanya tinggal di Kabupaten
Pariaman dan Bukittinggi, Sumbar. Pengumpulan data dilakukan dari Oktober
sampai Desember 2007.

Riset KuIS yang baru mencakup sebagian kecil wilayah Indonesia itu melaporkan
sebanyak 7,18% dari remaja dan perempuan muda pernah merokok 11-100
batang. Bahkan 4,06% dari 3.040 remaja dan perempuan telah mengisap rokok
lebih dari 100 batang.

Kenapa mereka merokok? Riset mengungkapkan sebanyak 54,59% remaja dan
perempuan merokok dengan tujuan mengurangi ketegangan dan stres. Lainnya
beralasan untuk bersantai 29,36%, merokok sebagaimana dilakukan pria
12,84%, pertemanan 2,29%, dan agar diterima dalam kelompok 0,92%.

Sebagian besar remaja putri melihat iklan rokok di televisi 92,86% dan poster
70,63%. Sebanyak 70% remaja dan perempuan juga mengaku melihat promosi
rokok pada acara pentas musik, olahraga, dan kegiatan sosial. Sebanyak
10,22% wanita berusia 13-15 tahun dan 14,53% wanita berusia 16-15 tahun
pernah ditawari sampel rokok gratis.

Perlu diketahui bahwa pengaruh rokok terhadap sistem reproduksi wanita bukan
tidak ada. Wanita perokok memiliki risiko menjadi infertil (mandul) dan
kemungkinan menopause lebih awal, bahkan sering terjadi akibat merokok
wanita hamil di luar kandungan.

Wanita perokok juga sangat dimungkinkan terserang kanker mulut rahim,
pendarahan tekanan darah tinggi, dan berisiko mendapatkan bayi lahir cacat.
Risiko penyakit jantung pada wanita perokok lebih tinggi, terutama pada mereka
yang menggunakan kontrasepsi oral.

Para orang tua sebenarnya turut memberikan andil dalam persoalan rokok ini.
Hasil Susenas 2001 menyebutkan, minimal satu orang dalam setiap keluarga
Indonesia merokok. Jika dipersentasekan, 57% penduduk Indonesia merokok.

Terpapar asap tembakau

Parahnya lagi, hampir seluruh perokok atau 91,8%, mereka juga merokok di
rumah ketika seluruh anggota keluarganya berada di rumah. Jadi, diperkirakan 97
juta orang penduduk negeri ini secara rutin terpapar asap tembakau di rumah
mereka, sebanyak 43 juta di antaranya adalah anak-anak.�

Survei yang dilakukan Universitas Padjadjaran (1978) melaporkan usia pertama
kali merokok pada anak kala itu adalah 12 tahun.

Sebelas tahun kemudian, penelitian Universitas Airlangga (1989) melaporkan
fakta baru bahwa angka 12 itu telah bergerak ke angka delapan tahun. Terbaru,
penelitian yang dilakukan bersama antara Universitas Andalas, UGM, dan
Universitas Padjajaran, usia anak pertama kali merokok telah menyentuh angka
tujuh tahun.

Sebuah survei yang digelar tahun lalu menyebutkan 37,3% pelajar dilaporkan
biasa merokok. Tiga dari sepuluh pelajar menyatakan pertama kali merokok pada
umur di bawah 10 tahun.

Secara umum konsumsi rokok di Indonesia dalam 30 tahun terakhir meningkat
tajam, yaitu dari 33 miliar batang per tahun pada 1970 menjadi 230 miliar batang
pada 2006. Prevalensi merokok di kalangan orang dewasa meningkat 26,9%
pada 1995, menjadi 35% pada 2004.

Berdasarkan hasil survei BPS, jumlah perokok pemula (5-9 tahun) meningkat
400% yakni dari 0,8% (2001) menjadi 1,8% (2004) dari keseluruhan anak usia
5-9 tahun. Dalam periode yang sama, terjadi pula peningkatan jumlah perokok
usia 10-14 tahun sebesar 21%, yakni dari 9,5% menjadi 11,5% dari jumlah anak
dalam rentang usia tersebut.

Peningkatan jumlah perokok juga terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun, yakni
dari 58,9% menjadi 63,9% dari jumlah anak dalam rentang usia itu.

Tingkat konsumsi rokok di Indonesia menempati urutan tertinggi kelima atau
termasuk lima besar dunia. Propaganda dan iklan rokok dikemas sedemikian
menarik. Secara global, industri tembakau seluruh dunia mengeluarkan lebih dari
US$ 8 miliar setiap tahun untuk iklan dan pemberian sponsor sebagai ajang
utama promosi.

“Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok,” demikian tulis sebuah
produsen rokok internasional sebagaimana dikutip jurnal WHO.

Sebetulnya, Peraturan Pemerintah (PP) No. 19/2003 telah melarang pembagian
produk contoh secara gratis. Namun fakta di lapangan, pembagian kupon diskon
dan penjualan rokok batangan masih sering terjadi. Tentu ini memperbesar akses
remaja dan anak terhadap rokok, apalagi hingga kini tak sedikit media cetak atau
elektronik yang masih enggan mempromosikan pesan-pesan pengendalian
tembakau karena khawatir akan kehilangan pendapatan dari iklan rokok.

Sulit ditangani

Masalah rokok yang terkait dengan kesehatan di Indonesia memang sulit
ditangani. Salah satu penyebabnya karena hingga kini Indonesia adalah negara di
Asia Tenggara yang belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco
Control (FCTC).

Selain itu, Indonesia belum memiliki peraturan perundang-undangan yang secara
tegas mengatur upaya perlindungan anak di bawah 18 tahun dari bahaya rokok.
Bahkan dalam PP No. 23/2002 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan,
tidak ada satu pun pasal yang melarang penjualan rokok kepada anak di bawah
usia.

Meskipun pemerintah telah mengesahkan UU Perlindungan Anak No. 23/2002,
sampai saat ini Indonesia belum mempunyai peraturan yang melarang anak-anak
merokok. Pasal 59 UU Perlindungan Anak memang menegaskan kewajiban
negara untuk melindungi anak-anak dari zat adiktif. Namun, dalam UU itu tidak
ada peraturan rinci yang mengatur langkah-langkah perlindungan.

Tak hanya itu, RUU tentang Pengendalian Masalah Tembakau yang ditujukan
untuk memberi perlindungan kepada kelompok rentan terutama generasi muda
dari bahaya rokok pun hingga kini belum berhasil diundangkan, dengan gagalnya
RUU tersebut masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2006 maupun
2007.

Karena itu, perlu ada desakan kepada pemerintah dan parlemen untuk segera
memproses RUU tersebut agar ada perlindungan kepada kelompok rentan dari
jeratan adiksi nikotin, yang pada gilirannya akan menyelamatkan masa depan
anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa ini.

Oleh Siti Nuryati
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekologi Manusia IPB

sumber : bisnis.com

Add to Technorati Favorites

4 Responses to Hampir 90% wanita muda Indonesia

  1. tusyalrasyid says:

    kapan ya negara kita ini bisa bebas asap rokok?

  2. walau ga bebas rokok, at least warga indonesia tidak sembarangan merokok di tempat umum

  3. Sebuah laporan menyebutkan sekitar 43 juta anak Indonesia adalah kaum perokok pasif. Bila temuan ini tidak dicermati, berapa banyak nyawa manusia Indonesia 20-30 tahun lagi yang berpenyakit dan meninggal hanya karena hal ini. Bila Kaum perokok yang egois dan tidak bermoral itu terus merokok di sekitar bayi dan anak, maka tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana kulitas hidup anak Indonesia sebagai generasi penerus bila setiap hari harus terpapar asap rokok.

    Wahai para perokok, tahukah kamu akan kondisi yang ada sekarang ini. Kalau kamu tetap bersikeras merokok dan tidak sadar, manusia disekelilingmu tidak akan memaksa kamu karena itulah hak kamu. Akhirnya mungkin dengan kehabisan kesabaran kita semua, keluar kata mutiara : “Bahwa kami semua tidak akan peduli lagi nasib kamu yang akan mati karena rokok” Tetapi kami sangat peduli tentang nyawa jutaan anak Indonesia yang terancam. Mereka adalah nyawa yang berdaya untuk menghindar dari kebodohan dan kecerobohan kaum perokok. Jangan korbankan jutaan nyawa tak berdaya, ikut terperosok dalam bahaya asap rokok.

    Meski aturan hukum ada, ternyata pemerintah adalah sebuah macan ompong yang hanya perkasa dalam membuat aturan dan hukum, tetapi loyo dalam penegakkan aturan. Hal inilah yang membuat kaum perokok dengan seenaknya merokok di tempat umum.

    Sadarlah wahai perokok, sebelum karma Tuhan akan menggerus kesombongan dan kebodohan kamu semua. Tetapi insya Allah anak Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan. Mudah2an dalam ketidakberdayaannya, anak Indonesia diberi kekuatan untuk menangkal jahatnya asap rokok dari kaum durjana dan kaum sontoloyo itu.

    http://savechildfromsmokers.blogspot.com

  4. numpenect says:

    What will you do if someday your finance in the worst situation? You cannot do anything that you want because you do not have enough money for filling your needs, even for helping your kid who is getting sick. For Smart people, if they have to face the situation is like above may think to find the best loan body for covering their urgent need. Talking about the best loan body USA Instant PayDay must be the only one choice for people who seek [url=http://www.usainstantpayday.com/]bad credit loans[/url] with simple and fast process.

    You do not have to prepare a lot of requirement for proposing your payday loans. As long as you receive a regular source of income per month and you have direct deposited enabled on your bank account. For further information, you should visit their site at http://www.usainstantpayday.com. In this site, you will get a lot of information related loan activity. The most important thing, which is known by you, you do not worry about bad credit payday loans because USA Instant PayDay conducts the affordable payday loans so do not worry to have bad credit. It means that every loan that you will obtain, it will be adjusted by our ability so it is obviously that you are able to pay the loan back.

    Therefore, what are you waiting for taking your payday loans now and settling your finance problems right now?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: